Hello

Rabu, 08 Januari 2014

Ketupat Lebaran

Hai Sobb.. Siapa yang gak tau ketupat?? ketupat merupakan makanan kuliner khas lebaran ini menjadi pelengkap kegembiraan orang Indonesia setelah puasa sebulan lamanya. Katanya sih lebaran tanpa ketupat ibarat sayur tanpa garam, terasa hampar manakala makanan yang satu ini nggak ada. Dan ternyata ada sejarah dan filosofinya ketupat lho...!!

  1. Sejarah Ketupat 
    Konon sejarah ketupat berkait erat dengan penyebaran islam untuk pertama kalinya di tanah jawa. Ketupat digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat. Asimilasi budaya dan keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesaklaran ketupat menjadi tradisi islam ketika ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

    Nah.. Dari sinilah konon munculnya tradisi "ba'da kupat" atau "lebaran kupat" yang dimulai setelah seminggu lebaran, tepatnya H+7. Setelah selesai dimasak, kupat selanjutnya diantarkan kekerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan. Sunan Kalijaga menjadikan simbolis semacam itu sebagai salah satu metode untuk memperkenalkan dan menyebarkan islam secara damai di tanah jawa. Namun sayang, kerena dakwah meraka belum terselesaikan, akhirnya justru masyarakat jawa lebih membudidayakan tradisi-tradisi semacamnya dari pada esensi dakwah tauhid yang mereka sampaikan.
  2. Filosofi Ketupat 
    Konon anyamanya yang rumit merupakan simbiolisasi dari telah rumitnya dosa-dosa yang dilakukan manusia. Adapun isinya yang tak lain adalah nasi putih, merupakan simbol bahwa setiap diri manusia pasti dikaruniai fitrah berupa hati yang suci. Ada juga ynga menyatakan beras yang merupakan isi ketupat adalah simbol dari nafsu dunia. Sedangkan janur diartikan hati nurani. Jadi, ketupat adalah simbolik dari nafsu dunia yang dapat di tutupi oleh hati nurani.
  3. Dibalik Ketupat
    Selain simbol maaf, ada yang percaya kalau ketupat dapat menolak balak (musibah). Caranya dengan menggunakan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah. Biasanya ketupat digantung bersamaan dengan pisang. Ketupat ini digantungkan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sampai kering hingga lebaran tahun berikutnya.
     Jadi Sobb.. Kesimpulannya, membuat ataupun memakan ketupat itu hukumnya mubah (boleh). Yang dilarang atau hukumnya menjadi haram jika kita mempercayai bahwa dapat menolak balak (musibah) itu yang dilarang oleh Allah.

0 komentar:

Posting Komentar